#WhatGitaReads: Bad Feminist - Roxane Gay

Minggu, Maret 04, 2018

Baca #BadFeminist ini kaya lagi nyimak curhatan temen. #RoxaneGay menyampaikan apa yang ada di pikirannya terkait feminisme tanpa terlihat sok tau, sombong, atau merasa paling benar.


.
Di awal buku, Gay menceritakan tentang dirinya sendiri. Tentang pengalaman hidupnya dan orang2 terdekatnya. Barulah di bagian2 selanjutnya, Gay membahas topik yang lebih luas. Mungkin itu alasan mengapa baca buku ini kaya lagi dengerin temen cerita. Soalnya, kita diajak kenal dulu sama Gay dan latar belakangnya. 

Coba deh, kalo misalkan di awal buku, Gay langsung nyerocos tentang feminisme tanpa mengaitkan dengan kehidupannya. Pasti kesannya jadi "sotoy banget nih orang".
.
Yang saya suka, Gay membahas feminisme dengan lagu, buku, film, lalu membandingkannya dengan dunia nyata. Ini lebih mudah saya pahami. She talks about The Hunger Games, The Help, and Fifty Shades of Grey. Juga lirik lagu Blurred Lines yang dianggap ofensif. 

Topik-topik yang ia bahas sangat dekat dengan kehidupan sehari2. Menjelaskannya melalui contoh buku atau film-film hits tadi bikin essay-nya Gay enak dibaca menurut saya. Jadi nggak terlalu berat. 
.
Saya setuju banget sama satu tulisan Gay yang bahas tentang diskriminasi penokohan "bad girl" dan "bad boy". Tokoh "bad boy" di film atau buku, sukses membuat mereka digilai. Malah dianggap keren dan karismatik. Tapiii jarang sekali ada tokoh "bad girl" yg disenangi orang. Yang ada dihujat, dimaki dan dibenci abis2an karakter perempuan ini. Ya atau tidak? Akhirnya muncul lah karakter2 perempuan yang pasif. 
.
Pas baca buku ini, saya juga jadi tau bahwa racism di Amerika separah itu ya.....Especially for the black people. Gay nyeritain gimana dia dan warga kulit hitam lainnya sering dibully dan diperlakukan tidak adil. 
.
Meskipun begitu, melalui tulisannya, Gay nunjukkin bagaimana jadi perempuan yang kuat. Bahkan di pengalamannya yang sedih pun, Gay tidak membuat saya merasa kasihan, tapi justru salut dengan cara dia menangani cerita buruk di hidupnya itu. 
.
Satu kutipan yang paling saya suka di buku ini: 
"I don't save lives, but I try not to ruin them " - Bad Feminist, page 20. 

You Might Also Like

0 comments