Mengontrol Diri di Instagram

Jumat, Agustus 25, 2017

Bagi saya saat ini, Instagram sangat menyeramkan. Beberapa kali, saya marah-marah sendiri karena melihat postingan orang yang saya anggap 'palsu'. Yang postingan di media sosialnya sangat jauh dari kehidupan nyata. Saya juga misuh-misuh sendiri kalau melihat postingan orang-orang yang menurut saya pamer (padahal mungkin sebenarnya karena iri juga). Nggak sehat banget, kan?

Kenapa juga saya menyalahkan orang lain, padahal masalahnya ada pada diri saya sendiri. Siapa suruh terlalu sering liatin hidup orang? Buat apa menghabiskan waktu nge-scroll feed instagram orang dan kepo banget sama kehidupan mereka?

Saya juga sadar sudah menghabiskan banyak waktu di Instagram -- dari bangun sampe mau tidur lagi. Membuat saya mengabaikan beberapa hal seperti menulis dan membaca yang merupakan kegemaran saya. Cobalah dibayangkan berapa banyak tulisan dan buku yang bisa saya baca di waktu-waktu menatap layar Instagram selama ini? Apalagi sering melihat konten yang sebenernya nggak penting kaya akun gosip. Ya memang Instagram juga ada sisi positifnya, beberapa akun memberikan gambar dan informasi yang bagus. Tapi saya pribadi ngerasa sekarang ini lebih banyak negatifnya dan sudah sampai pada tahap menyeramkan.

Saya mulai merasa tidak nyaman dengan Instagram. Padahal, ia satu-satunya media sosial yang saya andalkan saat ini. Sudah lama saya mengabaikan Facebook, Twitter dan Path. Hanya Instagram yang membuat saya betah, apalagi setelah ada fitur IG story. Tapi itulah yang membuatnya menakutkan. Saking betahnya, saya jadi bergantung dan terobsesi. Seolah-olah hidup yang sebenarnya adalah apa yang dibagikan orang-orang di Instagram. Jujur aja, kadang suka minder dan iri ngeliat postingan orang lain yang hidupnya jauh lebih baik dari saya. Trus jadi membanding-bandingkan trus insecure. Kacau.

Saya juga mulai tidak nyaman dengan konten-konten Instagram yang penuh dengan kebencian. Menyalahkan A, B, C, D dst. Saling tuding dan merasa diri paling benar. Belum lagi munculnya akun-akun hate yang memojokkan beberapa orang/selebgram. Lalu ada juga caption-caption nyinyir dan penuh sindiran. Beberapa bahkan ada yang menyinggung fisik dan bawa-bawa keluarga (yang padahal sumber utama masalahnya adalah attitude seseorang ini, tapi jadinya yang lain ikut kebahas & itu nggak baik menurut saya).

Di saat yang bersamaan waktu itu saya juga lagi benci sama seseorang trus akhirnya jadi mikir 'lho kok ini hidup gue full of hatred gini ya ga di dunia nyata, ga di Instagram'. Akhirnya saya capek sendiri. Trus akhirnya sadar itu adalah suatu hal yang sia-sia karena kebencian itu hanya ngabisin tenaga kita. Maksudnya ngga lucu aja kita udah dikasih kehidupan sebaik ini sama Tuhan, dikasih waktu banyak-banyak, masa diabisin buat ngebenci seseorang dan membuat kita jadi pribadi yang buruk. Apalagi, jadi ikutan marah-marah karena konten di instagram yang bahkan kita juga nggak kenal sama yang ngepost atau dipost.

Gara-gara itu, saya jadi berpikir untuk memperbaiki kehidupan media sosial ini pelan-pelan. Beberapa cara sudah saya lakukan, misalnya dengan memfilter lagi following saya, karena apa yang mereka posting dan like berpengaruh pada timeline Instagram saya. Mungkin saya tidak pernah memfollow akun-akun hate, tapi kalau following saya memberi like pada akun tersebut, maka postingannya pun akan muncul di Explore saya. Mau tidak mau akhirnya terpapar. Jika sudah begitu, biasanya saya atur "see fewer post like this" untuk unggahan foto yang menurut saya nggak banget. Saya juga tipe orang yang tega unfollow (meskipun teman sendiri) kalau postingan mereka saya anggap tidak sehat. Juga mute IG Story teman-teman yang saya anggap terlalu berlebihan hehe. Mencoba untuk jaga mata dan hati.

Saya juga mencoba jaga telinga. Di rumah, kakak saya yang lagi buka Instagram tiba-tiba suka nyeletuk: "Dek, si artis A masa udah hamil duluan", "Parah banget ya dek si artis B ini gayanyaaaa". Ya, kakak saya sedang membahas postingan salah satu akun gosip kenamaan Indonesia. Dulu, saya suka semangat menimpali trus akhirnya kami bergunjing. Sekarang, saya coba menanggapinya sambil bilang: "yaudah siiiih itu urusan dia". Biasanya kakak saya suka kesel sih kalo digituin hahahaha tapi ya daripada saya ngomongin orang.

Lalu, saya jadi berkaca dari kehidupan per-instagram-an saya selama ini. Dan tersadar bahwa saya kok posting foto banyak banget, ya? Banyak curhatnya pula. Padahal, ngga ada yang mau tau dan ngga ada yang peduli juga. Overshare! Waktu menyadari hal ini, percaya atau nggak, saya sampe mau nangis lho. Kaya bertanya pada diri sendiri buat apa sih ngelakuin hal itu. "Siapa yang ingin kamu buat terkesan, Git?". We live in devastating world, dan yang selama ini saya lakukan malah posting sering-sering di Instagram, mikirin foto dan caption apa yang bagus. Sangat tidak berfaedah.

Waktu saya ngepost foto-foto itu, niatnya memang hanya ingin sharing. Mengekspresikan dan membagi cerita yang ada di kepala saya. Juga pingin orang-orang tahu bagaimana pribadi saya. Tapi, semakin ke sini saya sadar bahwa we don't need to explain ourselves. Tidak perlu sesering itu. Tidak perlu seterbuka itu. Tidak perlu membaginya banyak-banyak (introvertnya muncul haha). Lagipula, kalau memang ada yang benar-benar ingin tahu tentang kita, they can sit and talk with us. Duh, malu deh kalo inget saya pernah ingin 'dinilai' hanya dari postingan Instagram.

Selama ini saya adalah orang yang menganut paham "do what you like". Tapi saya rasa hal ini ga berlaku untuk media sosial. I think we have to control what we post. Inilah alasan saya akhirnya menghapus beberapa foto lama di akun saya.

Gatau ya bagaimana dengan kalian, tapi ini seperti proses pendewasaan bagi saya. Seperti belajar mengendalikan diri. Saya tahan keinginan untuk posting yang nggak penting. Saya cegah diri saya untuk tidak stalking selebgram atau artis-artis (juga mantan dan gebetannya mantan). Saya coba bikin caption yang lebih positif dibandingkan kata-kata galau haha. Cuma ya....kadang masih suka khilaf sih di IG Story.

Saya minta maaf sekali kalau selama ini belum bijak menggunakan Instagram. Saya minta maaf kalau ada postingan saya yang bikin kalian mikir: 'apa banget sih' wkwkwk really sorry! Tapi mau kok mencoba memperbaikinya pelan-pelan. Saya mau hidup tenang dan mengisinya dengan hal-hal positif. #SpreadLoveNotHate ❤

You Might Also Like

0 comments