Di Yogyakarta, Traveling Pertama Setelah Berhijab

Rabu, Maret 29, 2017

Pada akhir Januari 2016 lalu, saya tiba-tiba kepingin berhijab. Nggak ada angin, nggak ada hujan. Keinginannya begitu kuat sampai saya tidak bisa mengabaikannya. Sampai excited sendiri. Selama lima hari, saya sibuk beli baju baru yang desainnya lebih tertutup dan belanja hijab yang sedang ngetren saat itu wkwk.
Maret 2016, saya dan teman-teman traveling ke Yogyakarta. Liburan ini memang sudah direncanakan dari beberapa bulan sebelumnya. Sedari saya belum ada keinginan untuk berhijab. Saya yang kebiasaan packing mepet-mepet waktu keberangkatan, baru sadar kalau di trip kali ini saya sudah berhijab. Artinya, outfit yang akan saya kenakan ketika traveling ini tentunya berbeda dengan sebelum saya berhijab.
Kalau sedang traveling, pakaian andalan saya adalah: kaos oblong dan legging — kadang celana pendek. Namun, setelah berhijab, saya nggak bisa berbusana seperti itu lagi dooong. Alhasil, sempet panik pas packing. Bingung mau bawa baju apa. Baju-baju panjang yang baru saya beli jarang banget ada yang nyaman. Rata-rata adalah kemeja yang nggak cocok banget dipake pas lagi ngebolang…..Lalu, saya juga nggak bisa pake legging andalan saya karena terlalu ketat di bagian belakangnya.
Untunglah, saya masih punya beberapa kaus lengan panjang yang bisa dibawa. Tapi jadinya kurang stylish wkwk. Si newbie ini ketahuan banget kagoknya karena ini benar-benar perjalanan pertama setelah berhijab. Sempet kaget juga karena bawaan bajunya jadi super banyak karena ada tambahan hijab dan luaran seperti cardigan dan sweater
Sebenarnya ini salah saya, sih. Karena tidak packing dari beberapa hari sebelum. Jadi, tidak sempat menyiapkan pakaian nyaman untuk liburan. Salah saya juga nggak punya banyak hijab yang bahannya enteng hahaha. Pada masa itu, lagi suka-sukanya pasmina panjang dengan bahan velvet dan katun ima yang kurang asyik dipake di tengah teriknya matahari Yogyakarta. Yang bisa saya andalkan hanyalah kerudung berbahan katun rayon dari @kalanahijab. Penyelamat! 

Biasanya, kalo traveling gitu saya juga nggak pernah bawa jeans. Bener-bener cuma bawa legging dan celana pendek. Cuma karena kesalahan saya yang tidak menyiapkan baju panjang atau longgar, jadinya saya gabisa pake legging. Alhasil harus bawa jeans dan itu emang berat-beratin bawaan sih hehe. 
Trip ke Yogya, Maret tahun lalu itu, memang jadi pelajaran banget dalam dunia perhijaban saya wkwk lebay. 
Awalnya sempet khawatir kalau keputusan berhijab ini tidak bisa sejalan dengan hobi traveling saya. Takut akan menyulitkan, memberatkan, dan membatasi saya. Tapi nyatanya, hijab sama sekali tidak menghalangi saya untuk mengeksplor tempat-tempat baru.
Yaaaa….pada akhirnya practice makes perfect dan experience is the best teacher! Semakin ke sini sudah paham harus memilih outfit seperti apa ketika jalan-jalan. Nggak bingung lagi pilih baju dan hijab karena sudah lebih terbiasa. Alhamdulillaaaah!
*Dengan sotoynya, si newbie ini bahkan udah bisa bikin artikel tentang tips liburan nyaman untuk para hijabers lho hahaha. Tulisannya ada di sini, ya! Hehe. 

You Might Also Like

0 comments