Tidak apa-apa, because that's the part of self defense.

Rabu, Juni 29, 2016




Semakin beranjak dewasa, semakin banyak ia menemukan kenyataan-kenyataan yang tidak sesuai harapan. Bahwa ternyata, hidup tidak sebahagia cerita dongeng atau film. Bahwa ada beberapa orang yang akan menyakiti dirinya. And sadly, people that she loves, tend to hurt her more.


Jadi, dia memutuskan untuk menjaga dirinya. Dari rasa sakit yang tidak diperlukan. Dari rasa sakit yang susah diatasi nantinya. Mencegah selalu lebih baik dari mengobati, bukan?

Dia memutuskan untuk mengeliminasi orang-orang di hidupnya yang berpotensi menyebabkan rasa sakit itu. Dia membunuh harapan yang sepertinya tidak akan terwujud. Dia tidak membiarkan seseorang mengobrak-abrik hatinya. Ia menolak jatuh cinta terlalu dalam.

Sama seperti tanaman kaktus, ia memiliki duri di seluruh tubuhnya.

Membuatnya susah disentuh. Sulit menjadi kesukaan orang-orang karena ia terlalu "tajam". Namun, tak apa, hal itu justru membuatnya aman karena orang lain tidak bisa menyakitinya.

Tidak apa-apa, because that's the part of self defense.

It protects her from the unecesary pain. And from the unbearable burden.


(Sumber foto: Pinterest)

You Might Also Like

0 comments