Di Museum Nasional, Menyusuri Sejarah Rempah Indonesia

Selasa, November 03, 2015

Mempelajari sejarah Indonesia tidak lepas dari kisah penjajahan yang dilakukan bangsa asing terhadap tanah kita. Dan kisah-kisah penjajahan itu bermula karena mereka ingin merebut hasil rempah Indonesia yang melimpah ruah. Para pemimpin bangsa asing itu rela melakukan pelayaran bertahun-tahun menyusuri Jalur Sutera -- jalur yang menghubungkan Barat dan Timur di masa lampau -- untuk mendapatkan rempah-rempah kita. Untuk mengenalkan sejarah rempah, Museum Nasional mengadakan pameran Jalur Rempah: The Untold Story 18-25 Oktober lalu.

Begitu memasuki area museum terdapat instalasi Kapal Mandar, kapal tradisional penduduk Mandar, Sulawesi, yang terbuat dari daun lontar. Masuk ke ruangan utama, saya disambut anak-anak yang sedang bernyanyi di atas panggung. Tak lama setelah itu, tampil pendongeng yang akan menghibur anak-anak yang hadir. Di area belakang museum, terdapat papan besar berisi informasi acara ini dan peta perdagangan rempah-rempah dunia dengan infografis yang menarik.

Yang paling menyenangkan adalah ketika kami sebagai pengunjung diajak untuk menyusuri sejarah Rempah Indonesia. Dimulai dengan menonton video perkenalan, lalu diantar untuk menikmati sejarah rempah dari zaman ke zaman. Dari masa Barus - Kerajaan Hindu Budha - Kerajaan Islam - Perang Merebut Kemerdekaan - hingga masa sekarang.

Saya suka sekali instalasinya! Seperti benar-benar berada pada masa itu. Contohnya ketika memasuki kerajaan Tarumanagara, disediakan replika prasasti Tugu. Begitu pula ketika memasuki masa kejayaan dinasti Syailendra; rasanya seperti mengunjungi Borobudur hahaha. Dan sesuai temanya, di mana pun masanya, disediakan rempah-rempah yang menjadi primadona saat itu. Suka sekali penataan rempah-rempahnya. Dan wanginyaaaaa khas rempah-rempah, bayangkan wangi kayu manis, lengkuas, pala, semua ada!



Paling menyentuh ketika memasuki masa perang kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini, kerajaan-kerajaan di Indonesia sudah jatuh dan dipermalukan pemerintah Belanda sehingga rempah-rempah kita pun dikuasai mereka. Tidak ada instalasi soal rempah sama sekali di ruangan ini. Hanya ada kegelapan. Beberapa televisi di sekelilingnya mengambarkan perang saat itu disertai suara teriakan dan tangisan anak-anak. Menyayat hati. Seperti yang kita tahu, pada masa itu kita dijajah Belanda selama 350 tahun dan 3,5 tahun oleh Jepang setelahnya. Bisa dibilang, saat itu benar-benar masa kegelapan bagi perdagangan rempah Indonesia.

Lalu setelahnya, kami dihantarkan pada ruangan berdinding putih yang sangat terang. Ruangan tersebut menandakan kita berada di masa sekarang, pasca kemerdekaan. Indonesia sudah memiliki kekuasaan sendiri atas kekayaan rempahnya. Meskipun begitu, kita harus terus mengawal perdangangan rempah agar tidak ada pihak yang menyalahgunakannya. Semoga anak cucu kita nanti masih bisa menikmati rempah-rempah khas Indonesia ♥


Meskipun tidak bisa hadir di seluruh rangkaian acaranya, tapi saya senang bisa mengunjungi pameran tersebut di hari Sabtunya. Such a cool way to learn history!

You Might Also Like

0 comments