Manis Pahit Beats Apart

Jumat, Oktober 16, 2015



Ketika Beats Apart masih berupa writing project Alanda Kariza dan Kevin Aditya di blog, saya sudah menyukainya. Selama sebulan, saya menunggu kelanjutan ceritanya setiap hari. Menunggu pemikiran dan curahan hati M dan F -- tokoh utama cerita ini -- tentang hubungan mereka. Saya suka bagaimana pergolakan hati mereka berdua dituangkan menjadi kata-kata indah. Maka ketika cerita mereka akhirnya dibukukan, tanpa pikir panjang saya langsung membelinya. It's a must.

Tidak ada plot saklek dalam Beats Apart. Ini tidak seperti novel fiksi lain yang isinya kebanyakan narasi dan dialog-dialog tokoh utamanya. Setiap chapter berisi curahan hati M dan F secara bergantian. Memahami cerita melalui sudut pandang mereka berdua.

"Loving you scares me,"

Di dunia nyata, saya akan membenci pria yang berselingkuh. Namun, dengan penuturan M di Beats Apart, saya seolah mengerti bagaimana ia bingung dengan perasaannya. Mencintai perempuan lain, namun sulit meninggalkan kekasihnya saat ini. Saya mengerti kekecewaan F kepada M yang tidak bisa menentukan pilihan. Boy of excuses, she said. Saya menyukai karakter F yang sangat mencintai M, tapi takut menyerahkan perasaannya sepenuhnya. Takut jika cinta M tidak sebesar cintanya. Love is complicated, right?

"Though your ”I love you” was more of a murmur than a solid statement, 
it left me standing on a thread. 
As if, if I were lucky enough, I could get to somewhere pretty. 
If not, I would just be fallen. 
Forgotten. 
Forever. " - F

Sentuhan desain dari Astranya Paramarta, menguatkan cerita Beats Apart. Foto-foto hitam putihnya menambah kesenduan dari kisah M dan F. Tata letak dan pemenggalan kata di setiap halamannya cukup pas, meskipun ada beberapa "kata terpotong" yang membuat saya bingung saat membacanya haha. Pemilihan warna hijau pastelnya suka sekaliiii. Menurut saya, Beats Apart memberikan new reading experience bagi pembaca. Bagaimana kita menghargai kata demi kata yang tertuang di buku ini, sehingga ceritanya lebih meresap.

Overall, Beats Apart sangat cocok untuk orang-orang melankolis seperti saya hahaha. Terlebih lagi, buku ini cocok banget dibaca di perjalanan. Pilih duduk di bangku dekat jendela, dan voila, siap-siap tersedot ke dalam dunia M dan F.

Dan siap-siap juga emosi kalian teraduk-aduk saat membacanya!

You Might Also Like

4 comments

  1. agreeeeee. desain bukunya kayak complete the story ya ta sukaaaakk

    BalasHapus
  2. Hehe iya kiii. Bikin tambah melankolis ya hahaha

    BalasHapus
  3. aku juga jatuhcinta and totally melted into the words, kak !! i wanna make a review too on ma blog, inshaallah :)

    BalasHapus
  4. kak kindly follow my blog anisanuha.blogspot.com yaiy :)

    BalasHapus