Di Perjalanan Pulogebang-Kebon Jeruk, Seminggu Paling Mendebarkan

Kamis, Juli 02, 2015

Hampir sebulan yang lalu, perjalanan ke kantor menjadi tidak begitu melelahkan. Karena, saya melewatinya sambil senyam-senyum. Sampai membuat orang-orang yang mengantre Transjakarta bersama saya terheran-heran. Saya melewatinya dengan semangat. Membuat langkah saya lebih cepat. Kadang, hampir mau loncat di tengah jalan.

Maklum, saya sedang senang saat itu. Saya sedang menyukai seseorang. Dan percakapan dengannya selalu membuat hari-hari saya lebih baik. Membuat pagi saya lebih berwarna. Perjalanan tiga jam ke kantor tidak ada apa-apanya lagi.

Setelah putus dari hubungan 2,5 tahun, rasanya senang sekali ketika ada yang bisa membuat saya berdebar-debar lagi. Perasaan yang selalu saya nanti-nantikan. Susah sekali merasakan hal itu. Tidak semua orang bisa membuat kupu-kupu ada di dalam perut saya lagi. Dan ketika dia bisa, hati saya merasa penuh. Tidak ada waktu tanpa memikirkan dia.

I know it was silly.

Saya tahu menyukai dia adalah sebuah kesalahan. Karena terlalu cepat. Saya belum tahu banyak tentangnya. Tapi....entahlah. Mungkin saya suka pemilihan katanya ketika ngobrol dengan saya. Mungkin saya suka keramahan dan kesopanan dia. Mungkin saya suka pribadinya yang (sepertinya) sangat menyayangi keluarganya. Mungkin saya hanya penasaran?

Namun yang pasti, jantung ini selalu berdebar ketika dia menyapa saya. Senyum ini selalu terbentuk ketika dia menyemangati.

I know, it was really really silly.

Tanpa sadar saya berharap. Siapa tahu, dia nanti bisa menemani perjalanan saya. Dan di cerita perjalanan saya ini akan tertera namanya. Mungkin. Semoga.

Silly, wasn't it?

Bahkan, ketika semuanya tidak berjalan lancar dan akhirnya kami tidak berbincang lagi, saya tidak bisa melupakannya. Saya masih saja menceritakan dia ke teman-teman saya hingga mereka bosan. Saya tahu dia memang sudah tidak tertarik lagi kepada saya. Saya sadar, mungkin setelah kenal lebih jauh, ternyata saya tidak seperti yang dia harapkan. Atau mungkin dia sudah menemukan perempuan lain yang lebih pas. Dan pada akhirnya, cerita kami hanya bertahan seminggu.

Tapi setidaknya, itu seminggu paling menyenangkan dan mendebarkan bagi saya dalam 1 tahun terakhir.

Thankyou for the hilarious silly stupid week. 

Sekarang, waktu perjalanan ke kantor, saya habiskan untuk mengecek pesan di handphone. Berharap suatu saat dia akan menyapa saya lagi haha.

Silly.

You Might Also Like

2 comments

  1. Helo:) I can relate to this so much. Baru2 ini aku jg lagi naksir sama orang. I swear I smiled so wide the whole weeks! The exciting moments don't last that long sih, but still, that butterfly in my stomach is something I really really love.
    Anw, I arrived at your blog while looking for information about planetarium as my first date destination. Sayangnya ngedatenya gak jadi kesana. Dan weekend ini mau kesana bareng temen :)

    BalasHapus
  2. Hai Lolly!
    Kalau lagi naksir orang memang lucu2 gimana gitu ya hahaha. Aku juga selalu seneng kalau suka sama orang karena bisa bikin happy yaaaa walaupun ga semuanya berjalan lancar sih hehe.

    Cita-citaku banget juga nge-date di Planetarium tapi belum kesampean juga sampai sekarang hahaha.

    Semoga nanti ada kesempatan lain yaaa buat kamu nge-date di sana. Good luck! :)

    BalasHapus