Di Lampung, Tempat Mama Tertidur

Kamis, Juli 30, 2015

Desa Sumberejo, Lampung

Jika terus mengikuti jalan setapak ini, kalian akan menemukan sebuah komplek pemakaman kecil. Tidak banyak kuburan yang ada di sana. Tidak bagus dan rapi pula seperti komplek pemakaman umum di Jakarta. Nisan-nisannya hanya dilapisi keramik sederhana. Bahkan, ada makam yang hanya disemen saja atau dibiarkan serupa seperti ketika jenazah disemayamkan pertama kalinya. Bagi mereka yang sudah lama terbaring di sana, tulisan di nisannya sudah memudar dan hampir hilang karena termakan zaman.

Pemakaman sederhana itulah yang menjadi pilihan ibu saya sebagai tempatnya tidur untuk selama-lamanya.

Jauh sebelum meninggal, Mama sudah berpesan ingin dimakamkan di sana. Dekat dengan ayah, ibu dan sanak saudaranya. Meskipun, artinya jauh dari saya dan keluarga lainnya yang berada di Jakarta.

Di satu sisi, saya sedih Mama memilih pemakaman di Lampung karena saya jadi susah mengunjunginya. Namun, di sisi lain saya juga bersyukur. Karena di sana, setidaknya Mama akan tidur tenang. Tanpa keberisikan hingar bingar suara kendaraan di jalan raya seperti di Jakarta. Tidak ada polusi udara pula yang mengganggunya.

Sejauh mata memandang, yang dilihat adalah pemandangan hijau. Gunung dan sawah. Kanan kiri 'tempat tidur' Mama dinaungi pohon-pohon. Suara angin dan binatang alam akan menemaninya.

Tenang, sejuk, nyaman dan damai.

Semoga Mama tidak pernah merasa kesepian.

You Might Also Like

0 comments