Di Indramayu, Kembali ke Ciselang

Selasa, Juni 30, 2015

Hari Sabtu kemarin, saya kembali mengunjungi Ciselang. Setelah 1,5 tahun. Setelah rencana yang berkali-kali gagal.

Ciselang adalah sebuah desa kecil di Indramayu, Jawa Barat. Tempat di mana saya tinggal selama 25 hari sebagai bagian dari Gerakan UI Mengajar 3. Kampung ketiga saya setelah Kebumen dan Lampung. Rumah bagi teman-teman Titik 1. Sebuah tempat di mana saya bertemu dengan orang-orang hebat. Dan mendapatkan pengalaman yang tak akan pernah terlupakan.

Ketika menginjak Ciselang lagi, langsung terbayang semua kenangan waktu saya tinggal di sana selama hampir sebulan. Melihat sawahnya, teringat betapa noraknya saya dulu ketika melihat hamparan hijau. Sampai foto-foto nggak berenti. Melihat SD Ciselang, teringat dulu saya bermain sama anak-anak di sana dan kadang membantu mereka bikin prakarya. Melihat warung Pak Rizal, inget dulu sering banget ngobrol di situ sama teman-teman panitia dan pengajar sambil nyemil makanan  MSG atau Bakso Goreng haha.

Tapi, yang paling bikin kangen adalah rumah Ibu Bapak. Hampir semua kegiatan kami dilakukan di sana. Kangen makan bareng sambil ketawa-tawa, kangen rapat, kangen main uno, kangen masak bareng, kangen marah-marah karena suara alarm yang super annoying, kangen rebutan bobo siang di bangku ruang tamu hahaha. Pokoknya langsung teringat kenangan-kenangan indah di rumah.

Pas sampe, langsung disambut dede Lia sama Ibu. Bapak kebetulan lagi di sawah. Mau nangis rasanya ngeliat 'foto keluarga' kami dipasang. Bisa dibilang, itu satu-satunya foto di dinding rumah Ibu Bapak.



My Ciselang family :)

Sempet bercanda sama Kak Ditha dan Abher kenapa kita lebay banget padahal baru 1,5 tahun nggak 'pulang'. Namun ternyata, 1,5 tahun itu waktu yang cukup lama. Banyak hal-hal yang berubah. Ada kabar baik, ada kabar buruk. Ada kelahiran dan ada juga kematian dalam rentang waktu itu. Kami baru tahu bahwa Pak Dusun yang dulu baik banget sama kami ternyata baru saja meninggal bulan Januari kemarin. Sempat shock dan sedih mendengarnya. Saking baiknya, kami selalu rela berkunjung ke sana walaupun rumahnya berada di satu desa setelah Ciselang. Kami berdoa agar Allah membalas semua kebaikan Pak Dusun dan semoga ia diberikan tempat terbaik di sisiNya.

Meskipun begitu, di Ciselang juga ada warga baru. Beberapa anak-anak yang dulu kami ajar sekarang sudah punya adik baru. Yang dulu masih bayi, sekarang sudah beranjak balita. Bahkan lupa sama teteh-teteh ini hahaha padahal dulu sering banget dicium-cium sama dicubitin pipinya. Saking udah lama nggak ke sana, jadi lupa juga semua pelajaran Bahasa Sunda yang kami dapat waktu itu wkwk. Jadilah kadang-kadang roaming lagi, lieur euy haha.

Meskipun cuma sehari, kami berusaha memanfaatkan waktu terbatas itu untuk melakukan hal yang biasanya kita lakukan di Ciselang. Bersilahturahmi. Mengunjungi beberapa warga yang dulu dekat dengan kami. Mendengar cerita mereka tentang Ciselang saat ini. Bernostalgia mengenang masa-masa Aksi di bulan Januari 2014. Sebenarnya, mereka sedikit sedih karena kami datang tidak lengkap. Hanya berempat saja. Lain kali ya, Pak, Bu. Lain kali kami akan berkunjung ke sana lagi. Sekeluarga. Ber-15. Insya Allah. Saya akan senang sekali berkunjung ke Ciselang lagi, lagi, dan lagi.



Kebahagiaan saya lainnya adalah karena bisa bertemu dan bermain sama Ardi lagi. Ardi ini my forever crush di Ciselang haha. Dulu masih babita, sekarang udah sekolah kelas 1 SD. Dulu susaaaaaah banget dideketinnya, maunya nemplok sama Aa Ilham aja. Sama Teteh Gita mah dia jual mahal. Suka ngeliatin, tapi kalo diliatin pura-pura nggak ngeliat atau kabur-kabur lucu.

Tapi kemarin, walaupun awalnya masih susah juga dideketin, tapi lama-lama nemplok juga ke Teteh (Tante) Gita haha. Bahkan, kemarin dia nggak sengaja nginjek kaki saya trus langsung minta maaf gitu meluk-meluk hahaha. Nggak papa deh mau diinjek juga asal abis itu dia nemplok ke Gita wkwkwk centil. Pokoknya senang sekaliiii. Pas sampai rumah, liat hp ternyata banyak juga foto-foto sama Ardi dan langsung saya jadiin berbagai profpic atau cover photo beberapa media sosial saking senengnya.

Please dont't grow up too fast. Stay this little and this cute :3

Terima kasih Kak Ditha dan Abher udah mau balik ke Ciselang lagi. Terima kasih Ciselang untuk kenangan-kenangan manisnya. Being with them, I knew that happiness is really simple.

Sampai jumpa lagi, Ciselang!

You Might Also Like

0 comments