Di Sebuah Mal, Mencicipi Padang-Jepang Ala Suntiang

Minggu, April 19, 2015

Beberapa kali, timeline Path saya dipenuhi dengan teman-teman yang check-in di sebuah tempat makan bernama  Suntiang. Tidak hanya sekedar check in, postingnya pun terkadang dilengkapi dengan komentar bagus seperti: 'mantap', 'nagih', atau dengan emoji yang menandakan restoran ini patut dikunjungi. Sayangnya, semua posting teman saya itu tidak pernah menampilkan foto sehingga saya hanya bisa menebak-nebak seperti apa restoran ini.

Awalnya, saya pikir tempat makan ini berupa restoran yang menyajikan masakan khas Indonesia -- terutama Padang -- mengingat namanya yang berasal dari bahasa Minang itu. Saya pikir, 'apa sih istimewanya restoran ini kalau cuma masakan Padang biasa? Kenapa orang-orang heboh sekali ya?'.

Pertanyaan itu saya biarkan menggantung sampai suatu hari Fanny mengajak saya makan di sana. Waktu itu, kami sedang berjalan-jalan di sebuah mal di Jakarta. Kami berdua bingung mau makan apa. Berbagai restoran asing sudah bosan, lagi nggak mau makan junk food juga. Saya bilang ke Fanny, saya ingin makanan yang kaya rempah-rempah. Sempat bingung, Fanny akhirnya mengajak saya ke Suntiang.

Dari keterangan Fanny itulah, saya baru tahu kalau Suntiang ternyata menyajikan masakan Padang yang di mix dengan masakan Jepang. Wow, saya penasaran setelah mendengarnya dan jadi semangat banget untuk ke sana. Sampai di Suntiang, saya lamaaaaaaaaaaaaaaa banget mikir mau pesen apa. Semua menu terlihat enak! Ada sushi yang berisi rendang hingga ramen cabe hijau. Namun, karena saya lagi pingin banget yang banyak rempah-rempahnya, saya akhirnya memilih Rendang Tamago Bowl. Sedangkan Fanny pilih ayam rendang yang Gita lupa namanya apa (anaknya cuma inget pesenannya sendiri doang).

Rendang Tamago Bowl. Sumber foto: openrice
Saya........lahap banget makannya. Bukan karena lapar, tapi karena enak banget. Jadi, Rendang Tamago Bowl itu isinya ada nasi dan rendang, lalu diatasnya ditutup dengan telur dadar. Untuk menambahkan kesan jepang, menu ini pun ditambah dengan nori dan biji wijen. Rendangnya enak banget, dagingnya empuk. Bumbunya bener-bener meresap ke daging dan bahkan ke terlurnya! Porsinya juga lumayan banyak, kok. Saya pikir di mangkuknya itu cuma tipu-tipu, maksudnya kelihatan banyak tapi taunya bawahnya kopong. Tapi ternyata nggak lho, isinya beneran banyak. Kenyang. Senang.

Menurut saya, harganya juga masih terjangkau. Kebetulan, waktu itu saya pesen yang paket. Dengan 45K saya dapet Rendang Tamago Bowl, ocha, sama tambahan snack kaya di gambar itu. Sebenernya masih pingin pesan menu lain sih, tapi perut sudah tidak kuat menampungnya haha.

Satu kata untuk Suntiang ini: kreatif. Sampai sekarang saya masih amazed sama ide menggabungkan makanan Padang dan Jepang ini. Hebat banget bisa kepikiran konsep seperti itu. Salut!

You Might Also Like

0 comments