Tentang Keinginan Traveling > Menulis

Kamis, April 16, 2015

Suatu hari, teman-teman saya berkunjung ke rumah. Pembicaraan sudah berubah dari jaman kuliah dulu. Kali ini, kami membicarakan soal pekerjaan. Kebetulan, Luna, salah satu teman saya baru saja bermain tes kecil-kecilan soal passion di dunia kerja. Saya dan teman-teman saya yang lain bersemangat ingin mencobanya juga. Ingin mengetahui jenis pekerjaan apa yang sebenarnya cocok untuk kami.

Tes ini cukup mudah. Untuk memulainya, Luna hanya memberikan kami satu pertanyaan: apa kegiatan yang paling kamu suka dalam hidup ini? Tanpa pikir panjang, saya menjawab: travelling.



Tidak berhenti sampai situ, kami harus memberikan alasan kenapa menyukai kegiatan itu. Saya menulis: travelling membuat saya bahagia. Setiap travelling saya merasa fun dan tidak bosan karena saya berada di luar ruangan. Merasakan hangatnya sinar matahari yang menempel di kulit saya. Merasakan sejuknya angin ketika berada di pantai. Menghirup udara segar ketika berada di gunung.

Saya menulis, travelling memberikan saya pengalaman baru. Bertemu orang-orang baru memberikan saya teman-teman baru. Mulai dari ibu-ibu yang duduk bersama di kereta hingga para backpacker yang memiliki tujuan sama. Berbagi cerita dengan mereka memberikan pengetahuan dan persepsi baru. Dengan travelling, saya mengunjungi tempat baru yang sebelumnya belum pernah saya datangi.

Luna mengambil kesimpulan dari jawaban saya yang banyak mengucapkan kata 'baru'. Ya, saya memang senang sekali belajar hal-hal baru. Yang belum saya ketahui sebelumnya. Saya senang mendapat cerita baru. Cerita di perjalanan yang akhirnya bisa saya tulis di sini untuk mengenangnya. Ah, cita-cita saya memang menjadi penulis wisata sedari dulu. Walaupun belum kesampaian menjadi penulis travel yang sebenarnya, setidaknya saya sudah bisa menjadi penulis travel untuk diri saya sendiri hehe.

Omong-omong tentang cita-cita sebagai penulis, Luna menanyakan soal passion saya yang lainnya, yaitu menulis. Yang mereka tahu, saya sangat suka menulis. Menjadi reporter majalah (dengan tema apapun) menjadi cita-cita saya semenjak kecil -- jauh sebelum saya bercita-cita menjadi penulis wisata. Untuk beberapa saat, saya kebingungan. 'Oh iya, berada di posisi mana kegemaran saya menulis?' 

Akibat pertanyaan itu, saya jadi sadar bahwa ternyata saya lebih menyukai travelling daripada menulis. A shocking fact yang baru saya ketahui. Saya bisa travelling seumur hidup tanpa menulis. Namun, saya tidak bisa menulis seumur hidup tanpa pernah travelling. Mungkin saya bisa mati jika tidak pernah travelling lagi.

Saya jadi berpikir jalan mana yang akan saya ambil ke depannya. Bekerja sebagai penulis dan hanya travelling sesekali ketika tanggal merah, atau.....nekat keliling dunia walau jadi gembel di jalan?

Lagipula, nothing left in Jakarta.

You Might Also Like

0 comments