Ways To Run

Jumat, Januari 02, 2015

Melarikan diri dari masalah yang sedang dihadapi bisa dengan bermacam-macam cara. Ada yang mencari ketenangan dengan tidur sejenak, makan enak atau 'kabur' ke tempat-tempat yang dirasa bisa melupakan masalah itu. Saya, memiliki cara saya sendiri untuk 'lari' dari masalah.

****

Biasanya, saya menulis. Menulis apa saja. Tapi, paling sering tentunya menulis apa yang saya rasakan saat itu. Mengeluarkan unek-unek. Mengeluarkan amarah dan beban yang membuat saya stres. Kebiasaan ini saya mulai dari pertama saya bikin blog. Dari situ, blog menjadi tempat curahan hati saya (makanya suka nggak jelas nulis di blog). Semacam ada rasa lega di hati setelah nulis di blog nggak tau kenapa haha. Mungkin, ini karena saya merasa terkadang ada hal-hal yang tidak bisa dibicarakan dengan orang lain. Orang lain belum tentu mengerti apa masalah kita dan terkadang hanya memberikan jawaban basa-basi. Terkadang, jawaban ataupun ekspresi mereka tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Akhirnya, jadi gondok sendiri dan memilih nggak lanjutin cerita.

Sepertinya, menulis menjadi momen terjujur saya. Saya bisa menulis apa saja tanpa saya tutup-tutupi. Saya mengeluarkan semua kata-kata yang tidak bisa saya sampaikan ke orang lain. Saya merasa aman ketika menulis. Karena dengan menulis tidak ada yang menghakimi saya, tidak ada yang memberikan jawaban sok tau tentang masalah saya. Menulis adalah hubungan antara diri saya sendiri. Dengan menulis, saya sekaligus menjadi pencerita dan pendengar. Dengan menulis, saya menemukan kelegaan justru ketika tidak ada yang menjawab keluhan saya. Karena terkadang, kita hanya ingin melepaskan beban dan tidak selalu mencari jawaban. Kadang kita hanya ingin sekedar didengar bukan dinasehati apalagi dihakimi.
****

Selain menulis, cara kedua saya untuk melarikan diri dari masalah adalah dengan bernyanyi. Jangan bayangkan bernyanyi sepenuh hati untuk mendalami masalah yang dihadapi. Nggak, nggak gitu. Saya justru nyanyi teriak-teriak wkwk. Lagunya sih nggak mesti yang nge-beat atau rock atau gimana. Lagu sedih pun kadang saya nyanyinya jadi teriak-teriak, sampe diomelin kakak saya di kamar sebelah hahaha. Abis gimana dong, untuk melegakan hati kan memang harus teriak-teriak. Daripada ngeluarin kata-kata yang tidak senonoh lebih baik sambil nyanyi-nyanyi. Hati riang gembira setelahnya.

Kalau lagi sedih banget nih ya, biasanya saya dengerin Dear John Theme dari Deborah Lurie untuk cari ketenangan. Magic. Saya biasanya pasang headset dengan volume paling kencang, trus saya merem dan tiduran sambil dengerin lagu ini. Tenang. Damai. Bytheway, lagu ini menemani dan  selalu saya putar terus-terusan waktu ibu saya meninggal hehe. Cukup menenangkan saya yang waktu itu histeris wkwk. Trus ada satu lagu yang biasanya saya dengerin kalau lagi kesel banget sama hidup. Lagunya Five For Fighting yang judulnya Superman. Hmmmm, ini lagu sebenernya excuse aja sih haha. Seperti menenangkan diri sendiri gapapa kalau lagi down atau kesel atau sedih.

'Because it's not easy to be me~~'
****

Cara lainnya adalah main sama anak-anak. Saya biasanya kabur ke dunia mereka. Dunia anak-anak yang tulus, polos dan jujur. Ketawa-tawa sama mereka rasanya beban saya terangkat. Tiba-tiba bisa lupa masalahnya. Yang ada cuma keceriaan. Apalagi kalo ketemu anak cowok ganteng, yaampun gemes deh Tante Gita wkwkwk #males. Pokoknya seneng aja kalau main sama mereka. Kebetulan saya tergabung sama komunitas yang concernnya memang ke anak-anak, jadi ada waktu di mana saya cukup sering main sama bocah-bocah lucu nan menggemaskan itu hehehe.

Atau kalo lagi ga bisa ketemu bocah-bocah, saya simply nge-whatsaap kakak ipar saya buat dikirimin video Arumdafta dan Adera! Liat tingkah laku mereka ante Gita juga jadi seneng bangeeettt. Apalagi kalo Mba Dafta udah bawel-bawel hahaha gemessss.

Anak kecil adalah makhluk paling menyenangkan di muka bumi ini!

****




But, most of all, saya paling sering lari ke Marcello buat cerita masalah saya.

He is my safe haven.

You Might Also Like

0 comments