A hole.

Sabtu, Mei 31, 2014

Selama ini, saya selalu percaya bahwa untuk setiap yang hilang, akan selalu ada penggantinya. Percaya bahwa akan ada hal yang lebih baik sebagai pengganti. Turns out, it wasn't work that way. Apa yang hilang tidak akan bisa diganti. Tetap ada lubang di dada saya. Mungkin, orang yang datang setelahnya memang sedikit menutupi lubang itu, tapi ternyata tidak pernah menutup sampai rapat. Untuk sementara waktu, kadang bisa lupa kalau saya pernah kehilangan. Untuk sementara, hidup berjalan baik-baik saja. Tapi ada kalanya teringat apa yang sudah hilang dan rasa sakitnya muncul kembali. Dan apa yang sudah didapat sekarang, rasanya jadi tidak berarti apa-apa.

Lalu, saya hanya bisa menangis. Kadang, berdoa.
Sedikit lebih baik, tapi tetap tidak bisa mengembalikan apa yang sudah hilang. Tetap tidak ada pelukkan dari ibu saya.
Kangen, Ma.

You Might Also Like

0 comments