Weakness

Rabu, Mei 15, 2013

Setiap ingin bergabung pada sebuah organisasi atau kegiatan, ada satu bagian yang harus kalian isi di formulir pendaftaran. Harus kalian penuhi dan harus kalian jawab pada saat wawancara. Hal itu adalah SWOT kalian, yakni harus bisa menentukan apa saja kelebihan dan kelemahan diri kalian, apa yang menjadi pendorong serta penghambat bagi diri sendiri. Tentunya, bagi gue sendiri, sangat susah sekali untuk mengisi bagian kelebihan. Gue bingung aja dong kelebihan gue apa hahahaha kayanya gue kurang mengenal diri gue sendiri. Namun, jika ada 1 hal yang bisa gue tulis sebagai kelebihan gue, itu adalah bertanggung jawab. Yep, I'm a responsibility person. Ini konteks dalam suatu organisasi/kepanitiaan/komunitas/tugas kelompok ya, pokoknya yang menyangkut kerjasama dengan orang banyak. Gue sadar banget kewajiban gue apa dan apa yang harus gue lakukan. Sebisa mungkin tidak ingin mengecewakan orang - orang yang bekerja dengan gue. Mungkin untuk diri gue sendiri, gue bukan orang yang bertaanggung jawab, ya kadang - kadang tugas dan hidup gue juga berantakan gabisa ngurusnya. Tapi, ketika berhubungan dengan orang lain, gue sadar tanggung jawab gue lebih besar, bukan hanya ke diri sendiri tapi juga ke orang lain. Tidak mau sampai orang lain menerima kata 'maaf' dari gue karena kerja gue kurang maksimal.

Lain hal dengan kelebihan, kekurangan bisa gue jelaskan dengan gamblang. Rasanya kok lebih mudah menulis kekurangan daripada kelebihan ya huahaha. Tapi, dari semua kekurangan yang gue  tulis itu, gue baru sadar ada satu hal yang kelewat. Yang akhir - akhir ini baru gue sadari adalah bahwa gue sangat tidak  bisa atau bahkan tidak suka bekerja dalam suatu kelompok. Masalahnya, dari setiap kelompok yang ada, pasti selalu ada troublemaker di kelompok gue. Orang - orang yang mengabaikan begitu saja tanggung jawabnya. The worst is terkadang gue harus ngehandle semuanya sendiri. Semuanya. Sendiri. Gue yang harus pusing - pusing sendiri. Tugasnya aja udah malesin, ini lagi gue ditambah harus marah - marah karena ngurusin kerjaan orang yang nggak bener. Nggak ngerti aja sama orang - orang yang nggak bertanggung jawab, kemana sih kesadarannya. Lagi - lagi, it's okay deh jika itu tugas lo sendiri yang ga selesai, tapi ya jangan ajak yang lain juga. Ini kan nilai bersama, cuma gara - gara satu orang lalu berantakan semuanya. Nilai kena imbas.

Normalnya kan, kerja kelompok ada untuk memudahkan. Tapi dalam kasus gue, tugas kelompok itu justru membuat gue masuk ke jurang. Akhir - akhir ini kepercayaan gue sama orang juga jadi berubah. Kalo ada apa - apa kalo emang masih bisa gue handle, sebisa mungkin gue kerjain sendiri aja deh, daripada ngandelin orang. Apalagi mengandalkan sama orang yang tidak bisa diandalkan. Terlalu lelah untuk marah - marah dan terlalu lelah untuk mempertanyakan dimana kesadaran dan tanggung jawab. 

You Might Also Like

0 comments