Mangia: Mari Makan!

Selasa, Mei 14, 2013


Tampak dari luar tidak begitu istimewa, hanya bangunan seperti rumah biasa. Tetapi, begitu masuk ke dalamnya, suasana hangat bisa ditemukan. Meja dan kursi kecil berwarna pastel tersusun rapi, ukiran pada jendelanya mengingatkan kepada rumah kakek dan nenek di desa, dekorasi berupa jam dinding serta radio tua semakin memberikan kesan jaman dulu. Itulah Mangia, sebuah restoran kecil di Panglima Polim V, No. 38, Kebayoran Baru.
Mangia sendiri dalam bahasa Italy artinya mari makan. Sesuai untuk nama sebuah resto yang mengajak siapapun untuk bertandang mencicipi makanannya. Suasana yang ‘homey’ membuat kita seperti sedang berada di ruang makan rumah sendiri dan bukan sedang berada di resto. “Dengan dekor yang unik dan terang, suasananya juga homely banget ya cocok untuk berkumpul,” ujar Irwan, manajer Mangia. Dekorasi Mangia didesain sendiri oleh keempat pemiliknya yang memang berkecimpung di dunia seni. “Bahkan untuk jendelanya aja nih, bener – bener dicat dan diamplas sendiri sampai keliatan efek jadulnya.”
Selain dekorasi yang unik, makanan yang disajikan pun berbeda. Menu di Mangia merupakan menu sarapan pagi, sesuai dengan konsep Mangia yaitu ‘All Day Breakfast’. “Jadi pengunjung bisa breakfast di jam berapa aja. Mau siang, sore, malem, ya tetep kaya lagi sarapan.” kata Irwan.
            Makanan yang disajikan pun berupa healthy food dan healthy drink. Semua makanan dimasak tanpa MSG, minumannya juga merupakan jus campuran dari sayuran dan buah – buahan segar. Menu favorit dari Mangia adalah Swedish House Meatballs, yakni berupa mashed potato dengan bakso daging sapi yang lezat dibumbui dengan gravy sauce dan selai strawberry -- menciptakan rasa asin serta manis sekaligus. Untuk minuman, banyak jus sehat yang merupakan eksperimen dari sang pemilik resto. Ada Detox Special yang merupakan campuran apel, lemon, timun, dan daun seledri! Rasanya sedikit asam namun sehat dan menyegarkan. Minuman andalan lainnya adalah Wheatgrass Shot, campuran dari bubuk rumput serta madu yang disajikan dalam gelas kecil sekali teguk atau one shot. Meskipun hanya gelas kecil, Wheatgrass Shot ini mengandung 1 kilogram kalori sayuran perhari loh! Menu yang ada di Mangia 95% merupakan masakan western, namun Mangia tetap menyediakan masakan Indonesia yakni ada Nasi Jeruk Sambal Dori serta Nasi Tug Tug. Range harga di Mangia sekitar 29.000 hingga 60.000 rupiah.
Mangia buka setiap hari dari mulai jam 08.00 pagi hinggal 11.00 malam. Pengunjungnya berbagai umur. Ada anak muda, orang kerja, bahkan untuk hari Minggu, Mangia penuh dengan keluarga yang ingin menghabiskan waktu bersama. “Kita juga lokasinya bukan di mal ya, jadi ya ketika orang kesini ya memang pingin bener – bener makan di Mangia.” ujar Irwan. Untuk ngobrol – ngobrol dan berbagi cerita dengan sahabat atau keluarga sambil makan sehat, Mangia merupakan tempat yang tepat. Namun, lebih baik datang ke Mangia pada hari biasa agar lebih berasa suasana vintagenya dan tidak terlalu ramai. 


My first published writing! Wkwkwk norak dikit yak. Temanya emang dikasih tentang tempat makan asoy gitu, yaudah jadinya ngereview ini. Published at Koran SINDO Saturday, May 11 2013! Bodohnya, gue gabeli korannya. Cuma dikasih pdf dari SINDOnya. Ada yang langganan SINDO ga sih.....? Butuh banget edisi yang ini buat ditunjukkin ke dosen buat nilai tugas!! 
Btw itu muka kakak gua jadi masuk koran wkwkwk pasti suruh bayar royalti ini sama dia wkwk.


You Might Also Like

2 comments

  1. aaaaaaaa taaaaaa kereeeen wkwk cieee udah jadi jurnalis muda :'')

    BalasHapus
  2. Huahaha bismillaaaah. Doain bs lebih banyak nulis di koran nantinya :"")

    BalasHapus