"I need you."

Rabu, November 07, 2012

Ada saat - saat dimana saya selalu meragukan kamu. Sering. Saya yakin kamu sendiri juga tidak bisa menghitung berapa kali saya memberikan pertanyaan - pertanyaan keraguan saya ke kamu. Pasti kamu jengkel atas pertanyaan - pertanyaan menyudutkan dari saya. Tapi kamu tetap menjawab pertanyaan saya, dengan lugas.

"Mau nanya deh. Do you want me or you need me?"
Pertanyaan random yang muncul di otak saya. Tidak tahu kenapa, saya jadi sangat memperhatikan keberadaan konsep 'want' or 'need'. Saya ingin tau seberapa besar arti saya di hidup kamu.

And then you said, "I need you."
"Karena menurut gue, want itu kaya nafsu. Kalo  misalkan lo udah nggak pengen, yaudah dibuang gitu aja."

"Lho apa bedanya sama need? Toh kalo lo udah gabutuh, lo juga bisa buang kan."

"Butuh disini itu kaya napas. Kalo gabisa napas, bisa mati."

You need me like you need air to breathe?
Waktu itu saya cuma ketawa dengernya. "Yahaha susah deh emang kalo ngomong sama pujangga." Saya bener - benr gabisa bedain kamu beneran serius atau cuma gombal aja hahaha you're the king of tepe - tepe and gombal bytheway :p

Tapi, saya suka seenyum - senyum sendiri setiap lagi becandain kamu sok pura - pura marah, saya suka bilang: "Yaudah oke bye." Trus kamu nganggep serius dan selalu panik. Sambil merengek kamu selalu bilang: "Yah jangan dooong. Jangan kemana - mana. Sini aja temenin gue." Merajuk hahaha. Dan gatau kenapa saya seneng dengernya, saya jadi sedikit yakin kalo kamu beneran ngebutuhin saya dan gamau kalo ditinggal pergi.

Tenang sajasaya tidak akan kemana - mana. Asal kamu juga janji nggak akan ninggalin saya. I need you too.

Please come back, soon.

You Might Also Like

0 comments