Should Not Give Up

Rabu, Oktober 17, 2012

Semenjak gue memutuskan menjadi seorang jurnalis sebagai cita - cita gue, belum pernah yang namanya meragukan sekalipun trus pingin mundur. Cita - cita ini udah gue pinginin semenjak gue SMP, dan semenjak itu tidak pernah menukar dengan cita - cita lain. Emang nggak kepikiran buat ganti cita - cita sih. Yaudah gue menata hidup gue darisitu dan berusaha gimana caranya buat mewujudkan impian gue itu. Salah satunya adalah dengan memilih jurusan jurnalisme sebagai program studi gue. Many people said, jadi jurnalis kan bisa dari jurusan mana aja. Nggak mesti sekolah di jurusan jurnalisme. Sempet kemakan omongan itu, tadinya sempet mikir ambil jurusan lain aja, tapi gue tetep sambil belajar nulis dan mempelajari jurnalisme sendiri. Tapi ternyata gue ga mau. Gue gamau jadi jurnalis asal - asalan. Gue mau mengenal dunia jurnalisme dari sekarang, pengen mempelajarinya dari sekarang. Tapi memang sampai titik terakhir pemilihan jurusan di SMA, gue gapunya minat lain selain milih Komunikasi yang ada jurnalnya wkwkwk. Universitas ga masalah buat gue. Di setiap universitas gue selalu milih Kom sebagai pilihan pertamanya hahaha. 

Alhamdulillah semua berjalan lancar. Gue berhasil masuk jurusan Kom, dan saat ini memilih jurnalisme sebagai program studi gue. Lebih dekat untuk mencapai mimpi. But you know, everybody has their circumtances. Saat ini, gue sedang berada dalam titik ragu. Meragukan apakah jalan yang gue pilih saat ini bener atau nggak. Tadi gue sempet bilang, bahwa gue tidak pernah meragukan dan mempertanyakan pilihan gue. Tapi sekarang, yang ada di otak gue cuma "Bisa ga ya gue jadi jurnalis yang baik?" Hal ini tentunya beralasan. Keraguan ini muncul karena ada ketidakmampuan gue di beberapa matkul jurnal. Kaya ketika ditanya tentang nilai - nilai ideal seorang jurnalis, then I just went blank~ Jurnalis dengan idealismennya, I think gue belum nyampe kesitu. Gue tau ketika menjadi seorang jurnalis lo harus bekerja  secara jujur menyampaikan berita sesuai fakta yang ada di lapangan, tidak ada yang ditambahin dan dikurangi. Bekerja sesuai dengan hati nurani (dan gue rasa semua profesi juga memerlukan ini), tidak memihak salah satu pihak lalu berita lo jadi melenceng. Berita lo tidak dipergunakan untuk melindungi salah satu pihak. Itu juga orang yang ga belajar jurnalisme juga tau kan.

Yang gue tau, alasan gue pingin menjadi jurnalis adalah gue pingin mecari pengalaman sebanyak - banyaknya. Gue gamau mengerjakan hal yang sama berulang - berulang setiap harinya. Gue udah merelakan beberapa tahun hidup gue untuk melakukan hal yang sama (baca: ke sekolah - duduk di kelas - belajar, ke kampus - duduk di kelas - belajar, setiap harinya). Dan gue gamau pekerjaan gue nanti kaya gitu, ke kantor - natep komputer seharian - pulang - besoknya gitu lagi. Tapi it's just about passion sih. Mungkin ada beberapa orang yang justru seneng kerja kaya gitu. Tapi gue nggak. Dengan menjadi jurnalis, kerjaan gue yang lakuin hari ini bisa aja berbeda dengan esok hari. Bisa aja hari ini gue ngeliput banjir, besoknya gue ngeliput hal lain di antah berantah. Ingin pergi ke tempat baru, cari pengalaman baru, berita baru, orang - orang baru. And one of the most important thing, gue tidak mesti need heavy make up or high heels atau bahkan good fake image. Yaaaa kecuali kalo kedapetan ngeliput liputan formal ajasih atau ketemu orang yang penting banget. Apalagi kalo wawancara Fabregas (amin), I will dandan banget deh rela hahahaha :)))) #ganjen.

Back to the topic, itulah permasalahannya, gue pingin jadi jurnalis semata - mata pingin memenuhi passion gue sendiri aja. Gue tidak memikirkan kewajiban seorang jurnalis untuk publik itu apa. Oke, tentunya gue pingin berita yang gue sampaikan kepada masyarakat nantinya bisa 'mencerahkan' mereka. Paling nggak menambah sedikit wawasan mereka dan membuat mereka yang tadinya ga tau jadi: "Ooooh gitu toh." Apalagi ketika informasi itu sangat dibutuhkan dan orang - orang mencari beritanya ya ke siapa lagi kalo bukan dari jurnalis yang nyari beritanya di lapangan. Tapi ya itu.  Apa ya, intinya, nilai2 ideal seorang jurnalisme itu belum sepenuhnya masuk dalam diri gue. Gue cuma baru tau dasarnya.

Belum lagi soal tulisan. Ya kalo yang namanya mau jadi jurnalis udah pasti harus bisa nulis kan. Tulisan gue itu masih ancur banget ampun deh. Banget. Parah. Pertama kali gue milih jurnalisme, gue sadar kewajiban gue adalah untuk bisa nulis. Gue sadar kemampuan gue ga sebagus itu dan gue mikirnya untuk itulah gue milih jurusan ini, buat sekalian belajar. Tapi sesungguhnya, ga bisa ngehasilin tulisan bagus disaat lo dituntut untuk itu, memberikan tekanan mental tersendiri. Kadang suka desperate sendiri kalo ngerjain tugas. Suka mau nangis kalo baca tulisan gue sendiri. Saking ancur bahasanya maksudnya wakakakakakak. I knooow, bahkan seorang jurnalis yang udah berpengalaman di lapangan aja masih butuh editor untuk memperbaiki tulisannya, ya kan? Apalagi gue yang masih dalam proses belajar (menyenangkan diri sendiri). Tapi biar udah ditenangin pake kalimat itu, tetep aja diri gue masih merasa gagal kalo baca tulisan sendiri yang masih jauh dari kata bagus. Dan ujung - ujungnya gue bertanya sama diri sendiri, "can I be a good journalist?"

Yak, itulah kegalauan gue. Pertama kalinya mempertanyakan apakah jalann yang gue pilih saat ini sesuai untuk gue atau tidak. Gue kalo lagi kepikiran masalah emang suka sampe kebawa mimpi. Believe it or not, sambil tidur bahkan gue kepikiran ini. Trus tiba - tiba dalam tidur gue itu, ntah siapa, kaya ada yang bilang ke gue gini: "When you feel like giving up, remember why you held on for so long in the first place." Ajaib yah hahahaha.

So......I shouldn't give up, right? Gue bisa menggali lagi kenapa daridulu gue menjadikan seorang jurnalis sebagai cita - cita gue. Buat motivasi. Keinginan gue sih nggak muluk  - muluk, bagi gue pencapaian terbesar gue nanti adalah kalo bisa kerja di National Geographic. HAHAHA itu muluk ya? wkwkwk. Yaaa kalo misalkan memang harus menurunkan sedikit, kerja di salah satu majalah travel juga gapapa. Then I'll be a travel journalist! I'm going to travel the world~~~~~~~ Amin ya Allah amin. Ya kalo mesti diturunkan lagi juga, kerja di salah satu media berita di Indonesia juga tidak menjadi masalah. Tetep bisa mencari pengalaman berbeda setiap harinya tanpa mesti ke luar negeri. Pengalaman bisa didapat dari hal - hal kecil, begitu juga kebahagiaan. 

Mencapai mimpi emang ga mudah. Kalo capek, wajar. Orang kalo capek ya emang harus istirahat sejenak,  tapi bukan berarti harus berhenti kan? #asik #gitaquote. 

Kalo kata lagu Peterpan sih: 'Berjalanlah walau habis terang~~~~~~~~' *nyanyi*

You Might Also Like

0 comments