#WhatGitaReads: If I Stay

Minggu, November 27, 2011


Baru aja selesai baca novel If I Stay dan rasanya sayang banget kalo nggak gue share disini. Novel karangan Gayle Forman ini menceritakan seorang gadis bernama Mia yang baru saja mengalami kecelakaan hebat bersama keluarganya saat ingin pergi berlibur ke rumah kerabat ayah ibunya. Kecelakaan ini merenggut nyawa Ayah, Ibu, serta adik laki - lakinya. Sedangkan Mia, berada dalam keadaan koma. Walaupun tubuhnya terbaring tak berdaya, jiwa Mia 'berkelana' melihat orang sekelilingnya. Melihat kakek neneknya, Kim -- sahabat terbaiknya, dan Adam -- kekasihnya. Mia harus segera memutuskan apakah ia harus 'stay' atau 'give up'. Apakah ia harus 'stay' meski tanpa keluarga yang ia sayangi, atau 'give up' dan berkumpul bersama keluarganya lagi di dunia yang baru.

Gue nggak tau awalnya gimana tiba - tiba yakin buat baca buku ini, liat blog orang sekali waktu bahas review buku ini dan voila gue baca deh. Gue biasanya emang suka punya kontak batin gittu sih kalo milih film atau novel haha jadi tiba - tiba yakin pingin baca, dan eh ternyata beneran bagus. Gue suka banget sama buku ini! Kalo nggak, ga mungkin akan gue post di blog hahaha.

Cerita ini diceritakan dari sudut pandang Mia, bagaimana perasaan dia dan bagaimana kebingungan dia saat memutuskan untuk stay apa nggak. Semuanya ngalir gitu aja, dan kadang - kadang disertai samaa flashback jadi makin bikin ceritanya terkait dan bikin tersentuh. Serius, semua hal dalam buku ini tuh menyentuh banget, bikin hati anget dah hahaha. Mulai dari cara menceritakan keluarganya, Ayah - Ibu Mia yang super duper cool dan orangtua ideal banget menurut gue, Teddy yang superduper lucu sama seperti anak umur 8 tahun lainnya, Gran and Gramps yang superduper bijak, Kim yang superduper strong and the best bestfriend in the world, dan sampe Adam yang superduper sweet!! Nggak ada sama sekali yang namanya tokoh antagonis disini. Semua konflik terletak pada diri Mia sendiri.

Di novel ini, memang lebih banyak menceritakan kehidupan Mia sih. Segala kenangan yang dia punya menjadikan pertimbangan buat Mia sendiri untuk 'stay' apa nggak. Banyak kata - kata bagus, dan banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita ini. Banyak diceritain juga tentang keluarganya, walaupun sebenernya gue mengharapkan lebih banyak cerita tentang dia dan Adam sih huehehe. Adam sweetnya kaga ada obat dah. Dikata meleleh, udah meleleh banget hati gue. Apa ya, setiap perkataan yang dia buat itu sweet tapi punya meaning. Cheesy sih, tapi......melihat penggambaran bagaimana cara dia mengucapkan kalimat - kalimat itu pasti langsung tau deh kalo dia serius. Adam Wilde is the best deh. Jatuh cinta aye.


"Mia, Mia, Mia,” he said, stroking the tendrils of my hair that had escaped from the wig. “This is the you I like. You definitely dressed sexier and are, you know, blond, and that’s different. But the you who you are tonight is the same you I was in love with yesterday, the same you Ill be in love with tomorrow. I love that you’re fragile and tough, quiet and kick-ass. Hell, you’re one of the punkest girls I know, no matter who you listen to or what you wear.


“Just listen,” he says with a voice that sounds like shrapnel. I open my eyes wide now. I sit up as much as I can. And I listen.
“Stay.” With that one word, Adam’s voice catches, but he swallows the emotion and pushes forward.
“If you stay, I’ll do whatever you want. I’ll quit the band, go with you to New York. But if you need me to go away, I’ll do that, too. I was talking to Liz and she said maybe coming back to your old life would just be too painful, that maybe it’d be easier for you to erase us. And that would suck, but I’d do it. I can lose you like that if I don’t lose you today. I’ll let you go. If you stay.

P.s: Sekarang gue lagi mau baca lanjutannya, judulnya Where She Went. Yakin banget bakal lebih sweet karena kali ini sudut pandangnya dari Adam! Btw, I want my own version of Adam Wilde.......

You Might Also Like

0 comments